ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Budidaya Ikan Lele di Media Terpal untuk Rombong Hary dan Rombong Badai, Kec. Pelepat Bungo

Ada enam bak kolam terpal disana, masing-masing berukuran 1 m x 1,5 m, beratap pelepah daun sawit dan kini sudah berisi bibit ikan lele berukuran 10-15 cm; dengan jumlah ikan kurang lebih 250-300 ekor per kolamnya. Satu kolam dibuat bersama PPL Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo; dan lima lainnya dibuat bergotong royong oleh anggota komunitas Rombong Hary dan Rombong Badai itu sendiri.

Keinginan untuk belajar beternak ikan kolam sebetulnya sejak lama sudah mereka sampaikan. Pilihan itu diperkuat dengan potensi lahan disekitar pemukiman yang sangat mendukung. Pundi Sumatera melalui Program Peduli akhirnya mendukung gagasan itu dengan membangun kesepakatan diawal kegiatan. Kesepakatan tersebut berupa sharing bersama, yakni anggota komunitas yang menyiapkan bahan baku (kayu) serta tenaga, Pundi Sumatera yang menyiapkan terpal, peralatan pertukangan, bahan pendukung lain sedangkan bibit dan pakan ikan di support oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo. Memang jauh sebelum kegiatan itu di implementasikan, koordinasi ke Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bungo sudah dilakukan. Komitmen mereka tidak hanya untuk memberikan pendampingan secara teknis, melainkan juga untuk bantuan bibit dan pakan.

Gotong Royong pembuatan bak kolam ikan tersebut berlangsung sejak Minggu pertama Mei 2014. Membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu hingga 6 bak tersebut dinyatakan selesai dan sudah berisi air. Agenda selanjutnya adalah penebaran bibit ikan ke kolam. Pada 26 Mei 2015 lalu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo memberikan bantuan 1100 bibit ikan dan 30 Kg pakan sebagai ujicoba kegiatan ternak ikan yang ditebar merata di 6 kolam yang ada. Mekanisme pemeliharaan ikan pun disepakati bersama; terkait jadwal pemberian pakan, monitoring dan membersihkan kolam dari sisa-sisa pakan atau sampah yang mungkin saja masuk ke dalam kolam.

Kuranglebih 7 hari pasca penebaran bibit, ikan sudah mulai dapat beradaptasi dengan tempat barunya. Namun sempat terjadi kesalahan dalam pemberian dosis pakan, sehingga berakibat 80% ikan mengalami kematian. Sehingga disepakati untuk mengisi kolam dengan bibit ikan baru, dan hingga kini ikan-ikan tersebut bertahan hidup sebagai tanda bahwa proses pemeliharaan dan kondisi kolam memang telah sesuai dengan arahan teknis yang diberikan oleh staf penyuluh lapang.


Halaman Sebelumnya

  Facebook