ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Perduli Day - Ketika Kemitraan mengetuk keperdulian dan Membangkitkan Kesadaran Semua Pihak melalui satu even pada 18 Maret 2014

Bermula dari satu penyelenggaraan pelatihan media engagement yang berlangsung pada November 2012 di Surabaya tahun lalu; dan terinspirasi dengan buku Indonesia Mengajar - kemitraan mendorong semua mitra kerjanya yang hadir pada saat itu untuk menuliskan pengalaman-pengalaman kegiatan di lapangan yang dapat menginspirasi bagi siapapun yang nantinya membaca.

Itulah yang mendasari lahirnya 18 cerita dari 18 orang penulis yang merupakan pendamping lapangan dari kegiatan yang didanai oleh kemitraan melalui program PNPM Peduli dalam Buku “Mereka yang Tidak Pernah Menyerah”. Buku tersebut tentu saja berbeda dengan buku Indonesia Mengajar. Mereka yang Tidak Pernah Menyerah berisikan ragam cerita, ragam isu, mulai dari pengalaman pribadi dalam mendampingi – namun ada juga yang menceritakan tokoh-tokoh di lokasi dampingan yang unik dan membawa pengaruh dalam implementasi program, dimana semua tulisan lahir dari mereka yang notabene bukan seorang penulis namun bisa menyajikan tulisan dengan ringan sehingga enak untuk dibaca.

Bertempat di Musium Nasional Jakarta, 18 Maret 2014 lalu, kemitraan menggelar acara Perduli Day yang sekaligus juga menjadi even perdana peluncuran buku Mereka yang Tidak Pernah Menyerah tersebut. Perduli Day dikemas ke dalam berbagai kegiatan diantaranya talkshow, Diskusi inspirasi, pameran, atraksi seni oleh komunitas marjinal. Selain di hadiri oleh para penulis buku, hadir juga dalam kesempatan tersebut utusan khusus presiden untuk MDGs Ibu Nila F. Moeloek, perwakilan kemenko Kesra, wakil Bupati Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, Anies Baswedan sebagai Intelektual yang menelurkan sekaligus ketua yayasan gerakan Indonesia Mengajar, dan tentu saja perwakilan dari lembaga donor, beberapa LSM di Jakarta dan pihak-pihak terkait yang juga bekerja untuk isu yang sama.

Acara yang dikemas dengan menarik tersebut juga menjadi wujud tiga tahunnya kemitraan berkegiatan. Dimana sangat jelas menyampaikan bahwa PNPM Peduli sebuah program yang tidak hanya menjawab masalah kemiskinan; melainkan lebih ingin menyentuh pada persoalan ketidakadilan dan stigma social yang sebetulnya menjadi 2 hal yang lebih ekstrim memiskinkan kelompok atau golongan tertentu. Di buku itulah pembaca juga akan diajak mengenal siapa saja masyarakat marjinal yang di dampingi dan lokasi-lokasi project, ada cerita kesuksesan dimana juga banyak mengangkat sisi kegetiran dari para pendamping lapangan dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mereka temui, termasuk cara unik serta menarik yang mereka lakukan untuk keluar dari permasalahan.

Dua dari 18 tulisan di dalamnya juga diangkat dari pengalaman Pundi Sumatera ketika berinteraksi dengan Suku Anak dalam (SAD) Provinsi Jambi. Ketika seorang penulis dapat menghasilkan sebuah karya tulisan untuk yang kesekian kalinya, mungkin itu bukan kebanggaan yang pertama baginya. Tapi ketika mereka yang bukan penulis, namun diberi kepercayaan untuk menghasilkan tulisan dan di bimbing untuk menghasilkan karya tulisan perdananya; kebanggaan itu terasa sangat luar biasa. Semoga buku tersebut tidak hanya dapat menginspirasi bagi siapa saja yang membaca, akan tetapi menjadi nyala bagi mereka yang telah memulai untuk terus menuliskan kisah-kisahnya dan tak pernah padam.…

Halaman Sebelumnya

Share

Friend Link: MBT Garissa Women Nike Air Force 1 High Cheap Nike Elastico Superfly IC Nike Roshe Run Floral Swoosh Adidas Adizero F50 FG MBT Fora Women