ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Pelatihan Teknik Budidaya dan Penyuntikan Tanaman Gaharu di Desa Senamat Ulu Bathin III Ulu Kabupaten Bungo Propinsi Jambi pada 8-9 Februari 2014

Siapa yang tidak kenal pohon gaharu? Latinnya kita kenal dengan nama Aquilaria malaccensis. Tanaman ini adalah salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) komersial yang bernilai jual tinggi. Selain dalam bentuk bahan mentah berupa serpihan kayu, gaharu juga diproses dengan penyulingan yang akan menghasilkan minyak atsiri gaharu yang harga jualnya bisa mencapai lebih dari USD 30.000 atau Rp. 300.000.000,-/liter. Sementara harga 1 batang pohonnya bisa mencapai ribuan dollar/kilonya. Gaharu tidak hanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum atau kosmetik, obat-obatan dan kerajinan saja. Bahkan secara modern olahan gaharu juga dapat merangsang/ jadi stimulan kerja syaraf dan pencernaan, obat kanker, obat malaria, obat ginjal dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Tingginya nilai ekomonis tanaman gaharu ini, membuat populasi dan tegakan pohon gaharu yang “berisi” makin sulit didapat. Melihat prospek bisnis yang cukup menjanjikan dengan modal investasi yang sangat murah inilah masyarakat kini banyak yang tertarik untuk membudidayakan, tidak terkecuali masyarakat di Desa Senamat Ulu, Bathin III Ulu Kabupaten Bungo Propinsi Jambi. Dengan pola pertanian masyarakat disana yang mengembangkan tanaman karet campur (agroforest karet), sangat cocok di tumpangsarikan dengan tanaman buah termasuk juga beberapa tanaman kayu yang bernilai ekonomi tinggi seperti pohon gaharu ini. Di satu hamparan kebun karet yang berlokasi tidak jauh dari Dusun Senamat Ulu sendiri, terdapat 26 batang pohon gaharu yang sudah berumur > 10 tahun. Tertarik untuk mulai membudidayakan itulah, masyarakat berkeinginan besar dapat menguasai adopsi teknologi berupa penyuntikan terhadap tegakan pohon gaharu. Dikarenakan proses pembusukan pembentukan gaharu secara alami memang memakan waktu yang cukup lama - “penyuntikan”atau dikenal dengan proses inokulasi itulah upaya untuk mempercepat proses pembusukannya.

Inokulasi sendiri merupakan proses dimana batang pohon dilubangi atau dibor dimana kedalaman lubang bornya didasari atas besarnya pohon. Setelah pohon berlubang itulah inokulan cair di masukan melalui jarum suntik. Inokulasi sendiri merupakan proses induksi jamur. Pohon yang berhasil diinokulasi, sudah dapat dipanen satu tahun berikutnya. Atau apabila ingin mendapatkan produksi gaharu yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas, maka proses pemanenan dapat dilakukan 2-3 tahun setelah dilakukan proses induksi jamur tadi.

Pelatihan Teknik Budidaya dan penyuntikan gaharu tersebut akhirnya berlangsung pada tanggal 8-9 Februari 2014 lalu bertempat di Desa Senamat ulu Kecamatan bathin III ulu kabupaten Bungo. Kegiatan yang difasilitasi Pundi Sumatera tersebut di ikuti oleh 12 orang perwakilan masyarakat sedangkan narasumber didatangkan dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara Medan yakni Dr. Ir. Eddi Batara Mulya Siregar yang memberikan materi berupa teory budidaya gaharu serta aspek bisnis dari tanaman tersebut; serta kegiatan praktek langsung dengan melakukan penyuntikan ke 26 pohon gaharu di areal kebun yang berlokasi tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Dalam kesempatan praktek penyuntikan atau inokulasi, masing-masing peserta pelatihan betul-betul dilatih mulai dari melakukan pemilihan batang pohon yang potensial, pengeboran di batang pohon, penyuntikan inokulan cair ke batang pohon, sampai dengan penutupan lubang bor dengan ranting pohon.

Kelompok pembibitan Desa Senamat Ulu sendiri sangat berharap proses penyuntikan inokulan tersebut dapat berhasil; karena ada pengalaman tidak sukses dari kelompok gaharu di satu desa sekitar 100 Km dari Senamat ulu dimana setelah 3 tahun menunggu pasca inokulasi, pohon tersebut tidak kunjung menghasilkan gaharu. Kita tunggu saja 2-3 tahun ke depan, semoga Desa ini akan menebarkan wangi gaharu; seiring dengan peningkatan ekonomi yang signifikan. Aminn









Halaman Sebelumnya

  Facebook