ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Pelatihan Lembaga Keuangan Mikro Untuk Tiga Kelompok Tani di Kabupaten Pasaman Barat 23-24 Desember 2013

“Kemandirian dan Kesejahteraan adalah harapan terbesar dalam hidup kami” (Arianto, Petani)

Pagi itu sekitar 13 petani dari tiga kelompok tani berkumpul. Secangkir kopi dan sebatang lisong pelengkap kehangatan pagi, cerita lepas pun dimulai. “Kami selama ini hidup dari hutang, bibit, pupuk, racun berhutang kepada tengkulak. Jika dihitung-hitung tidak seberapa yang kami dapatkan dari bertani”, ujar salah seorang petani. “Lepas dari hutang tersebut kami harus menjual lagi hasil panen kepada tengkulak tersebut, dari hasil panen kemudian dipotonglah semua biaya bibit, pupuk, racun yang dihutang tadi,” tambah petani lainnya. (Sepenggal cerita, Senin pagi, 23 Desember 2013)

Gabungan Kelompok Tani Talago Bawah Gunung Jorong Giri Maju Nagari Koto Baru, Kelompok Tani Maju Bersama Jorong Timbu Abu Nagari Kajai serta Kelompok Tani Ingin Makmur Jorong Kemakmuran Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat adalah peserta Pelatihan Lembaga Keuangan Mikro yang diselenggarakan pada 23-24 Desember 2013 oleh Perkumpulan Qbar dan Pundi Sumatera di Simpang Ampek Pasaman Barat, hadir saat itu 13 orang mewakili ketiga kelompok tani.

Dinamika Kelompok menjadi materi pertama pelatihan, kelompok tani kembali harus mengingat visi dan misi pembentukan kelompok. Dalam dinamika kelompok, peserta diberikan pemahaman terkait dengan kerja sama tim, bagaimana membentuk kelompok yang demokratis. Sembilan Prinsip Dasar kelompok menjadi capaian pemahaman peserta dalam sesi ini.

Setelah memahami tujuan dan pentingnya berkelompok, materi selanjutnya adalah mengenai Lembaga Keuangan Mikro Berbasis Komunitas Petani. Proses diskusi dimulai dari menggali permasalahan yang dirasakan petani; muncul diantaranya masalah terkait modal, sumber daya manusia (skill/pengetahuan), sarana dan prasarana, pemasaran hasil tani, bibit dan pupuk, tekanan tengkulak terhadap petani, tingginya biaya upah angkut hasil tani dan masalah besarnya biaya produksi. Untuk menghadapi permasalahan tersebut muncul kesepahaman peserta bahwa lembaga keuangan mikro berbasis komunitas adalah salah satu alternatif penyelesaian masalah guna mencapai kemandirian dan kesejahteraan petani.

Capaian dan harapan petani terhadap lembaga keuangan mikro harus berbanding lurus dengan pengetahuan dasar kelembagaan kelompok. Hal ini setidaknya menjadi tujuan sesi pelatihan dihari berikutnya yakni pemahaman mengenai arus kas (cash flow), praktek pembukuan sederhana serta gambaran umum perencanaan bisnis berdasarkan analisa situasi (kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman). Kemandirian kelompok tani dalam membangun lembaga keuangan mikro merupakan jalan untuk mencapai kesejahteraan petani dan masyarakat luas. (Sumber: Qbar-Div.P2M)


Halaman Sebelumnya

  Facebook