ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Raport Doni, Anak SAD yang secara perlahan mulai menunjukan prestasinya.

Keharuan jelas terdengar dari suara Wahyu Fedora atau yang terbiasa dipanggil Eed, salah seorang Tim pengajar Suku Anak Dalam (SAD) Pundi Sumatera ketika kami memberi kabarvia telephone tentang Doni (7 tahun), salah satu anak didiknya di sekolah alam yang berasal dari Rombong Nusai SPA Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang kabupaten Merangin yang memperoleh peringkat kelas ke-7 dari 26 siswa pada pembagian raport Senin tanggal 16 Desember 2013 lalu. Ceritapun mengalir dari Eed tentang sosok Doni saat ia masih ikut sebagai murid pada kegiatan layanan pendidikan yang dilakukan pundi sumatera.

Dalam kesehariannya Doni merupakan anak yang manja kepada kedua orang tuanya dikarenakan ia anak paling Bungsu dari 3 saudara satu ibu. Meski demikian sifat manjanya tertutup oleh karakter Doni yang periang, penuh semangat dan penuh dengan impian. Seperti halnya anak-anak SAD yang lain, pengetahuan dasar baca, tulis dan hitung juga baru Doni dapatkan ketika ikut proses belajar yang difasilitasi oleh Pundi Sumatera atas dukungan project PNPM Peduli. Kesungguhan Doni untuk belajar memang sudah terlihat sejak pertama kali ia memegang buku dan duduk diantara kawan-kawannya yang saat itu masih berdomisili di SPA.

Doni termasuk anak yang cepat menyerap pelajaran yang diberikan. Ia tidak akan segan bertanya kepada pengajar ketika ada sesuatu yang tidak dipahaminya dalam belajar. Satu hal yang paling dikenang Eed, adalah ketika Doni pernah tidak mampu menyelesaikan soal yang diberikan oleh tim pengajar - maka saat itu Doni langsung menunjukan wajah cemberut lalu menangis karena malu dengan kawan-kawannya yang lain. Berhitung adalah mata pelajaran yang paling ia suka, tidak salah kalau nilai 80 untuk mata pelajaran mate-matika kini menghiasi buku raportnya.

Sosok Doni yang cerdas tidak terlepas dari dukungan orang tuanya. Nusai, orang tua Doni adalah SAD yang amat senang dengan program layanan pendidikan; terlebih ketiga anaknya ikut dalam kegiatan belajar mengajar tersebut. Nusai begitu berharap anak-anaknya bisa maju dengan kesempatan mengenyam pendidikan. Sehingga saat ia dan keluarganya pernah berpindah dan mulai menetap di lokasi Desa Sialang (Trans A4), Nusai tidak keberatan harus kembali ke SPA hanya agar ketiga anaknya bisa mengenyam pendidikan formal sekolah dasar.

Doni dan 2 saudaranya yang lain, saat ini telah bersekolah di SDN 171/VI Desa Pauh Menang Kec. Pamenang Kab. Merangin. Ia termasuk anak yang menerima beasiswa pendidikan hingga ia dapat menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar. Kepada Eed, Doni pernah bercerita kalau besar nanti ia bercita-cita menjadi guru dan dokter, 2 profesi yang menurutnya sangat penting karena dapat memberikan pengetahuan kepada kawan-kawannya dan dapat mengobati keluarganya apabila ada yang sakit. Semoga semangat Doni untuk belajar dan mengejar cita-citanya tidak pernah padam...

Halaman Sebelumnya

  Facebook