ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Study Banding ke Klinik SVLK di Pasuruan, Dalam rangka pengembangan Klinik SVLK di Sumatera khususnya Propinsi Lampung dan Jambi

Satu hal yang membanggakan sebetulnya dimana industry kehutanan Indonesia yang di dominansi oleh industry pulp and paper saat ini telah masuk dalam jajaran “top 10” industry pulp and paper dunia. Namun disisi lain, industry primer kehutanan domestic masih di dominansi oleh industry-industry skala kecil dan menegah dimana sekitar 90% nya terdiri dari UKM/IKM. Di propinsi Lampung sendiri, tercatat 122 industri primer, yang 5 diantaranya adalah industry besar dengan kapasitas diatas 6000 M3, sedangkan 117 unit lainnya adalah industry kecil dengan kapasitas dibawah 2000 M3 (49 unit) dan industry menengah dengan kapasitas 2000-6000 M3 (68 unit). Sedangkan di Propinsi Jambi tercatat ada 59 industri promer yang masih aktif, 16 industri primer berkapasitas di bawah 2000 M3, 32 industri primer berkapasitas diatas 2000 – 6000 M3 dan hanya 11 industri besar berkapasitas diatas 6000 M3 pertahun.

Data dari 2 propinsi diatas jelas menggambarkan bahwa industry kecil sangat mendominansi dan pastinya memegang peranan yang penting karena keberadaannya tidak terlepas dari system ekonomi global dan domestic, social dan tenaga kerja, serta ekologi dan lingkungan. Namun upaya memastikan PHPL dan VLK bukan saja berkaitan dengan selera pasar industry kehutanan global maupun domestic, tetapi kepada upaya untuk memastikan sustainabilitas dari industry itu sendiri. UKM/IKM yang mendominansi dari sisi jumlah berimplikasi atas posisi yang cukup penting dalam percaturan industry berbasis kayu. Itulah satu alasan mengapa UKM/IKM ini juga menjadi objek SVLK, meski dalam implementasinya SVLK bukanlah sesuatu yang mudah untuk di terapkan mengingat harus ada tambahan cost dan kewajiban untuk membiayai proses auditnya apabila mereka ingin mempersiapkan diri dalam skema penilaian SVLK. Kendala ini tentu menjadi perhatian bersama untuk dicarikan jalan keluarnya. Beranjak dari kebutuhan itulah, SSS Pundi pada tanggal 17 s.d 18 Pktober 2013 lalu, memfasilitasi kegiatan study banding 11 orang dari perwakilan Dinas Kehutanan Propinsi lamping dan Jambi, perwakilan BP2HP wilayah V lampung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi dan kabupaten di Lampung serta lembaga pendamping untuk melihat Klinik SVLK yang berada di Pasuruan Jawa Timur.

Klinik SVLK sendiri merupakan lembaga yang berfungsi sebagai Pusat Pelayanan dan Konsultasi bagi UKM/IKM untuk menemukan solusi atas masalah atau kesulitan yang dihadapi terkait persiapannya untuk penerapan SVLK (Audit). Dalam rangka menggagas lahirnya kelembagaan yang serupa di Sumatera terutama Propinsi Lampung itulah para peserta difasilitasi untuk melihat langsung dan mempelajari tahapan dari pengembangan klinik, mengetahui sarana dan prasarana apa yang dibutuhkan, serta model dan bentuk layanan apa yang diperankan oleh klinik SVLK pasuruan Jawa Timur.

Agenda study banding sendiri berlangsung selama 2 hari efektif, hari pertama peserta melakukan diskusi di Klinik SVLK – UPT Kayu Dinas Koperindag Propinsi Jawa Timur. Dalam sesie diskusi peserta study banding memperoleh informasi tentang proses pembentukan klinik SVLK sendiri, mulai dari strategi penyiapan, pemilihan mitra strategis di daerah, penyiapan tenaga pendamping dan operator klinik SVLK serta bagaimana pengalaman dalam mengelola klinik SVLK tersebut. Setelah diskusi dengan UPT kayu Dinas Koperindag Propinsi jawa Timur, peserta diajak untuk melihat salah satu industry kecil yang masuk dalam kategori industry rumah tangga atau pengrajin. Industri ini mengolah bahan baku kayu limbah atau kayu sisa dari industri lanjutan lainnya yang dalam hal ini adalah industri “Gitaran” atau “flooring”. Adapun produk yang dihasilkan oleh UD. Karya Terampil adalah perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, partisi, lemari, bingkai foto dan lain-lain. Industry lain yang juga dikunjungi adalah Aida Mebel. Aida Mebel adalah industri yang masuk dalam kategori TDI dan berorientasi eksport. Produk yang dihasilkan sangat beragam dan mulai dari lemari perlengkapan kantor, perlengkapan rumah tangga seperti sofa, buffet, meja, kursi, lemari, locker, dan lain-lain.

Sekembalinya dari study banding tersebut, peserta menyepakati untuk melakukan diskusi lanjutan dalam waktu dekat ini di Lampung. Diskusi bertujuan untuk menjaring ide kongkrit apa yang akan dilakukan para penggiat kehutanan ini untuk keberadaan hutan hak di Lampung. Apakah pembentukan wadah Klinik SVLK menjadi pilihan yang nantinya di sepakati? Kita tunggu saja ceritanya nanti…..




Halaman Sebelumnya

  Facebook