ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

System Pengobatan Tradisional SAD Kab. Merangin Propinsi Jambi

Nama-namanya tentu terdengar asing, ada yang disebut akar selusuh, batang capo, akar keduruk, daun suli, daun sebrahangit, kayu setulang, getah kayu sekimbung dan masih banyak yang lainnya.

Ketika membuka paman Google untuk melihat seperti apa bentuk dan penjelasan dari nama-nama diatas; ternyata paman yang katanya serba tahu itupun tidak bisa memberikan jawaban.

Nama-nama itu adalah berbagai jenis tumbuhan obat yang sangat dekat dengan kehidupan komunitas Suku Anak Dalam (SAD). Jauh sebelum mereka mengenal puskesmas, rumah sakit atau obat-obatan warung; komunitas ini sudah punya system pengobatan tradisional tersendiri yang digunakan untuk mencegah ataupun mengobati berbagai penyakit.

Tumbuhan itu ada disekitar mereka, di pedalaman hutan liar, disekitar batang sungai, di sekitar rawa bahkan ada yang harus di tangkap (ular sawo, ular cobra) lalu kemudian di ambil empedunya karena dipercaya dapat mengobati demam kuro ataupun malaria. Cara mengolahnya pun relative sangat mudah. Biasanya hanya diremas dengan sedikit air, di rebus, dimemarkan, di tumbuk halus atau memang dikonsumsi begitu saja. Yang tidak mudah adalah menghafalkan bagaimana tumbuhan obat itu harus “ditawarkan” atau diberi jampi-jampi oleh kepala rombong- dukun/tabib sebelum diberikan pada yang sakit. Tentu saja mereka percaya bahwa jampi-jampi itulah yang membuat khasiat obat semakin bertambah, atau atas ijin roh nenak moyanglah penyakit bisa disembuhkan.

Sayangnya pengobatan tradisional komunitas SAD ini semakin lama semakin hilang, seiring dengan semakin berkurangnya hutan dan semakin sulit bagi mereka untuk memperoleh tumbuhan-tumbuhan obat tersebut. Ternyata juga tidak semua tabib-dukun pada komunitas SAD mewarisi ilmu pengobatan tradisional ini ke generasi mudanya, sehingga yang terjadi adalah kearifan inipun semakin hilang dan semakin tidak di kenal.

Terlebih ketika mereka mulai mengenal puskesmas, mengenal rumah sakit, atau mengetahui bahwa ada obat warung yang harganya relative murah, juga dapat menyembuhkan beberapa sakit. Cenderung komunitas SAD generasi muda lebih memilih obat kimia tersebut dibandingkan harus masuk ke hutan liar untuk mendapatkan tumbuhan obat yang dimaksud. “Tumbuhan itu sudah susah di dapat bu, sembuhnya pun lama!” itulah ungkapan Mansyur, ketua rombong yang lebih banyak memakai obat puskes ketika sakit dibandingkan tumbuhan obat tradisional tersebut.

Namun kearifan tradisional itu sebetulnya tidak benar-benar ditinggalkan. Untuk beberapa kategori sakit; meskipun sulit dan berat untuk memperolehnya, anggota komunitas pasti akan berusaha mendapatkan. Salah satunya adalah tumbuhan obat akar selusuh yang air rendamannya apabila diminum dipercaya dapat mengurangi rasa sakit pada saat perempuan SAD mau melahirkan dan berkhasiat cepat menyembuhkan. Atau akar pengendor urat, yang dipercaya dapat menghentikan pendaraan dan mengeringkan luka. Setidaknya masih ada yang tersisa dari kearifan itu…***

Halaman Sebelumnya

Share

Friend Link: MBT Garissa Women Nike Air Force 1 High Cheap Nike Elastico Superfly IC Nike Roshe Run Floral Swoosh Adidas Adizero F50 FG MBT Fora Women