ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Komunitas SAD juga mengeluh dengan kemarau panjang

Untunglah hujan sudah mulai mengguyur bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah beberapa hari belakangan ini. Itu artinya “ pulang ke rumah” bagi Rombong Leman dan rombong Ngungkai, dua komunitas Suku Anak dalam (SAD) yang tinggal di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

Ketika dua minggu lalu kami mendatangi tempat tinggal ke-dua rombong tersebut, tepatnya pada tanggal 21 s/d 23 September 2012, memang tidak satupun anggota rombong yang kami temui di lokasi tempat tinggalnya tersebut. Kemarau panjang ternyata memaksa kedua rombong harus meninggalkan tempat berteduhnya itu, untuk tinggal sementara di lokasi lain yang tidak jauh dari sumber mata air.

Ternyata tidak hanya masyarakat yang tinggal diperkotaan saja yang menjerit karena kemarau cukup panjang di tahun ini. Semua komunitas Suku Anak dalam (SAD) yang kami temui seperti pada Rombong Sargawi, Rombong Mansyur, Rombong Paneto dan Rombong Salim hampir semuanya mengeluh karena kesulitan memperoleh sumber air. Sargawi dan anggota rombongnya terpaksa harus berjalan cukup jauh untuk sampai ke lokasi rawa demi kebutuhan mandi dan mengambil air. Sedangkan kaum perempuan di rombong paneto terpaksa meminta air ke masyarakat desa terdekat untuk memperoleh air bersih.

Kemarau tidak hanya membuat kolam ikan dan rawa menjadi kering, fasilitas sumur yang dibangun atas dukungan PNPM Peduli-SSS Pundi Sumatra pun mengalami kondisi yang sama. Meski sudah mencapai kedalaman 14-15 meter, kondisi sumur yang dibangun di sekitar tempat tinggal rombong Leman dan Rombong Mansyur itupun memang betul-betul kering kerontang. Hal itulah yang menyebabkan Leman terpaksa memboyong seluruh anggota rombongnya untuk pindah sementara ke daerah lain yang dekat dengan sumber air.

“kami akan pulang kalau sudah hujan pak!”. Setidaknya jawaban itulah yang disampaikan Leman ketika kami bertanya kapan ketua rombong tersebut kembali ke ‘rumahnya’. Jawaban yang sebetulnya sarat akan tidak kepastian, akan tetapi itulah kondisi yang sebenarnya ¬ bahwa mereka baru akan pulang ketika hujan sudah datang, ketika rawa-rawa disekitar tempat tinggal sudah mulai tergenang air dan fasilitas sumur yang ada sudah kembali menyediakan air.


Halaman Sebelumnya

Share

Friend Link: MBT Garissa Women Nike Air Force 1 High Cheap Nike Elastico Superfly IC Nike Roshe Run Floral Swoosh Adidas Adizero F50 FG MBT Fora Women