ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Dua Rombong SAD di Merangin Nikmati Fasilitas MCK

Bukan sesuatu yang mudah untuk mendirikan bangunan berukuran 3,5 m x 2 m tersebut, terutama karena bangunan itu terdiri dari 1 unit kamar mandi dan 1 unit WC yang diperuntukan bagi komunitas Suku Anak Dalam (SAD). Seperti juga sebagian besar yang terjadi pada komunitas SAD di berbagai tempat, untuk kebutuhan mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya, mereka mengandalkan sumber air dari rawa-rawa yang terkadang keruh dan sebenarnya berkategori tidak layak bagi kesehatan mereka. Tim PNPM Peduli – SSS PUNDI terus membangun komunikasi dengan beberapa anggota rombong SAD tentang pentingnya sarana air bersih dan fasilitas kesehatan ini bagi peningkatan kualitas hidup mereka.

Rombong Mansur dan Rombong Leman adalah 2 diantara rombong yang menyatakan pentingnya air bersih namun terkendala dengan fasilitas yang tidak tersedia. Pada bulan Meret 2012, rombong mansur bersepakat untuk membangun 1 unit sumur dan lengkap dengan fasilitas MCKnya. Sebetulnya fasilitas sumur sudah sejak lama ada pada rombong Mansur ini, tepatnya dimiliki oleh Ngilo salah satu komunitas suku anak dalam pada rombong tersebut. Karena prihatin melihat anaknya yang setiap pagi harus berjalan jauh mencari air untuk mandi sebelum berangkat ke sekolah, Ngilo berinisiatif membangun sumur secara sendiri yang pada akhirnya fasilitas itupun dimanfaatkan bersama oleh beberapa anggota rombongnya, meski kondisi sumur yang dibuatnya sangat jauh dari standar kedalaman sumur pada umumnya.

Salah satu anggota rombong Mansur yang sangat senang atas rencana pembuatan sumur dan MCK atas bantuan PNPM Peduli ini juga adalah Ngilo, sepanjang tukang bekerja menggali sumur dan memasang batako, sepanjang itu juga Ngilo terus memperhatikan bahkan ikut membantu pekerjaan tukang. Ketika ditanya apa yang membuatnya betah memperhatikan saat tukang bekerja bahkan membantu, Ngilo menjawab “aku pingin tahu pak bagaimana buat sumur itu, karena sumur aku buruk !” ( sumur yang dibuat sendiri oleh Ngilo memang hanya memiliki kedalaman 4 meter, tidak diberi cincin dan lubang sumur pun kondisinya miring).

Dua bulan setelah Rombong Mansur meninkmati fasilitas air bersih, kemudian menyusul rombong Leman. Pada bulan Juni 2012, Rombong Leman juga bersepakat untuk membangun fasilitas air bersih berupa satu buah sumur lengkap dengan fasilitas MCKnya. Antusias rombong leman dalam merespon hadirnya fasilitas ini cukup terlihat. Ketika mobil yang membawa material berupa batu bata ke lokasi tidak bisa masuk karena lokasi tidak terjangkau roda empat, secara bergotong royong sekitar 9 (sembilan) anggota rombong membantu memindahkan material batu bata dari mobil ke lokasi rencana pembangunan MCK yang berjarak kurang lebih 100 meter. Terlebih ketika fasilitas ini telah selesai dibangun, rombong leman langsung menggunakan fasilitas tersebut untuk mandi dan mencuci pakaian. Mereka senang karena bisa mendapatkan air bersih dan kondisi sumur yang “aman” karena diberi cincin setinggi 1 meter, sehingga anak-anak juga aman bila berada disekitar sumur tersebut.

Dengan adanya bantuan pembuatan MCK di rombong leman dan rombong Mansur yang telah terlebih dahulu mendapatkan bantuan fasilitas MCK tersebut, telah membuka mata warga SAD lain yakni seperti rombong paneto yang dulunya belum bersedia ketika tawaran ini disampaikan, namun sekarang mereka menyatakan keinginannya untuk segera mendapatkan bantuan tersebut, hal tersebut langsung di sampaikan oleh ketua rombongnya paneto dan Carak kepada fasilitator PNPM Peduli yang berada di lapangan. Keduanya merasa untuk memperoleh air dari rawa-rawa juga semakin sulit, sementara ketika mereka berburu dan bertemu dengan anggota rombong leman yang bercerita tentang fasilitas MCk barunya, keinginan tersebut baru muncul. Keinginan itu semakin diperkuat ketika carak dengan sengaja diajak oleh fasilitator lapangan untuk datang melihat fasilitas MCK pada rombong Leman, sekembalinya dari rombong leman tersebut carak menyampaikan, “kami juga pinginlah pak, dibantu untuk membuat tempat mandi biar anak-anak kami bisa mandi tanpa harus berjalan jauh lagi ke sumber air (rawa)”.


Halaman Sebelumnya

  Facebook