ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Belajar Fotografi dan Videografi, itu Menyenangkan

Sebanyak 13 peserta yang tersebar di 10 lembaga sebagai mitra TFCA Sumatera Wilayah Tengah dan Selatan mengikuti pelatihan penulisan caption foto dan editing film yang dilakukan di Jambi. Pelatihan ini merupakan lanjutan kegiatan serupa yang digelar sebelumnya di awal tahun. Selama ini yang sering sekali menjadi kendala dalam proses kampanye dan publikasi di setiap lembaga mitra adalah kurangnya kemampuan teman-teman khususnya yang langsung berinteraksi dengan kondisi masyarakat, wilayah kerja dan juga satwa dalam menyampaikan laporan berupa foto dan video. Direktur Pundi Sumatera, Muhammad Sutono menyampaikan dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan proses-proses pembelajaran lapangan bisa terekspos dengan baik dan menjadi sebuah kampanye dalam penyelamatan Hutan Sumatera. “ Kita sebelumnya juga sudah pernah mengadakan pelatihan penulisan dengan bahasa yang lebih populer dan ringan sehingga masyarakat membacanya pun paham terkait apa yang projects lakukan. Dan itu berhasil meluncurkan buku yang ditulis oleh semua mitra. Sekarang kita mencoba melihat peluang media audiovisual sebagai salah satu sasaran medium publikasi. Dan kita berharap ini menambah ilmu dan kemampuan bagi teman-teman di lapangan,” jelasnya dalam acara penutupan Training Penulisan Caption Foto dan Editing Film.
Rata-rata peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tidak memiliki dasar dalam ilmu Fotografi dan Videografi. Namun bukan berarti menyurutkan semangat mereka, seperti yang dilakukan oleh Firda Dea Lovita yang merupakan staff pemetaan di Jikalahari mampu membuktikan bahwa adanya keingintahuan yang kuat dan semangat bisa menghasilkan sebuah karya foto dan video yang layak diacungi jempol. Dea, demikian perempuan ini disapa mengatakan jika belajar fotografi dan videografi membuat dia merasa tidak pernah bosan. Baginya berbicara melalui foto dan video adalah pilihan yang tepat jika sasaran penyadartahuan adalah generasi jaman sekarang. “Saya merasa sangat senang sekali dengan adanya penambahan ilmu bagi saya. Bagi saya mengambil foto dan video itu merupakan kesenangan tersendiri,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan menghasilkan buku foto yang bercerita tentang kegiatan yang dilakukan di seluruh wilayah mitra TFCA bagian tengah dan selatan Sumatera. Buku foto ini merupakan wadah untuk menampung karya peserta yang sudah mengikuti kegiatan pelatihan. Tidak hanya foto, pembelajaran pembuatan video sederhana juga akan didokumentasikan dan di upload ke media sosial masing-masing lembaga.
Videografi adalah seni dalam memadukan semua aspek multimedia sehingga menghasilkan sebuah gambar bergerak, bersuara yang membuat penikmat film bisa memahami pesan yang disampaikan oleh pembuat video. Robi Ayat Karokaro, mentor dalam pelatihan videografi yang juga jurnalis Mongabay Indonesia mengatakan belajar membuat video adalah melatih rasa. Kekuatan semua unsur multimedia dalam bentuk visual dan audio harus sesuai dengan porsi yang tepat. Pembuatan video tidak boleh didominasi oleh salah satu unsur saja, karena keselarasan dan harmonisasi menjadi kekuatan dalam sebuah video.

Halaman Sebelumnya

  Facebook