ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Ketika Mahasiswa dan Komunitas Motor Kunjungi SAD

Ratusan mahasiswa dan mahasiswi berbaris rapi memenuhi lapangan STKIP YPM Bangko, STIE Muhammadiyah berdampingan dengan komunitas motor dari Jambi MMC Outsider’s Jambi. Meski terlihat kontras, mereka memiliki semangat dan niat yang sama dalam aksi Bakti Sosial di empat kelompok Suku Anak Dalam yaitu, rombong Ngilo Desa Pauh Menang, Rombong Abas SPC Desa Pelakarjaya, Rombong Sikab Desa Pematang Kancil dan Rombong Ganta Desa Sialang Kecamatan Pemenang, Merangin.

Dari catatan Dinas Sosial Merangin Suku Anak Dalam yang terdata mencapai 1294 jiwa dan sebaran terbanyak di sepanjang Lintas Tengah Sumatera. Keberadaan Suku Anak Dalam terjepit seiring dengan laju penurunan tutupan hutan. Dalam Rangka memperingati Hari Bumi, Minggu (22/4) SSS Pundi Sumatera bersama STKIP YPM Bangko, STIE Muhammadiyah dan MMC Outsider’s Jambi (komunitas motor Jambi) melakukan kegiatan bakti sosial ke lokasi pemukiman SAD di wilayah Pamenang khususnya pada lokasi-lokasi pendampingan Pundi Sumatera.

Direktur SSS Pundi Suamtera menyebutkan gerakan ini merupakan langkah awal agar inklusi sosial pada Suku Anak Dalam dapat segera terbangun. “Kita berharap dengan banyaknya orang yang peduli dengan SAD, maka semakin cepat terjadi perubahan pola pikir, pegakuan, penerimaan, kesetaraan, interaksi dan kepudian pada komunitas SAD,” katanya.

Ketua Yayasan STKIP Bangko menyebutkan kegiatan ini bermanfaat bagi bagi mahasiswa mereka, dan tidak banyak yang tahu dengan komunitas SAD tersebut. “Tidak semua mahasiswa kami yang pernah berinteraksi langsung dengan komunitas SAD. Dengan kegiatan ini kita berharap akan ada kegiatan lain dalam bentuk pengabdian pada komunitas SAD ke depannya. Bakti sosial hanya pintu masuk saja,” jelasnya.

Abas, ketua rombong SAD SPC Desa Pelakar Jaya menanggapi dengan senang adanya kegiatan bakti sosial yang dilakukan. “Saya terkejut banyak sekali yang datang, ini di luar yang kami ikirkan. Mereka melakukan kegiatan bersih-bersih, pemberian donasi buku dan pemberian makanan tambahan buat anak-anak. Saya senang banyak orang yang mau mengunjungi kami.Kami berterimakasih,”katanya.

Abas berharap pemerintah mau memberikan sumber penghidupan lain selain berburu kepada rombongnya. Dia bercerita dalam waktu dua minggu biasanya mereka hanya mendapatkan satu ekor babi saja, dan tentu saja itu tidak mencukupi untuk mereka makan.

Abas berharap jika pemerintah bisa mengganti hutan yang telah berubah menjadi perekbunan kelapa sawit milik perusahaan bisa memberikan kompensasi. “ Mereka telah ambil tempat hidup kami, sumber hidup kami dan tempat kami mencari makan.

Mereka harusnya memperbolehkan kami ambil brondol di kebun sawit PT itu. Kami mau makan darimana, kalau hewan buruan sulit didapat dan mau ambil hasil hutan juga tidak ada lagi,” kesahnya.

Siti, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terlihat bersemangat menganyun cangkul yang memang sengaja dibawanya dari rumah. Siti mengaku baru pertama kali mengunjungi pemukiman SAD,baginya ini adalah kebahagiaan karena bisa bermanfaat bagi orang lain. “Saya kebagian di kelompok Ganta di Desa Sialang.

Kebetulan kami di sini memamg programnya membuat demplot pertanian, nanti bisa ditanami ubi,” katanya.

Berbeda dengan Siti, Zein Head MMC outsiders Jambi menyebutkan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sosial yang dilakukan komunitas motor sebelumnya , seperti kegiatan launching pustaka alam, dan kegiatan pelatihan yang mereka lakukan.

Pundi Sumatera melalui program SUDUNG Strategi Mendukung Kehidupan dan Sumber Daya Alam Suku Anak Dalam/SAD sejak 2012 telah melakukan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan berupa kegiatan fasilitasi administrasi dokumen kependudukan, memberikan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, pengembangan kegiatan-kegiatan ekonomi produktif, serta upaya mendorong kebijakan serta anggaran yang berpihak bagi program-program pembangunan baik fisik maupun non fisik pada komunitas tersebut.

Halaman Sebelumnya

  Facebook