ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

SIMKAT, Aplikasi baru untuk Survey dan Monitoring SAD

Komunitas Suku Anak Dalam, merupakan suku asli yang dulunya mendiami hutan-hutan di sepanjang lintas sumatera dan sebagian besar ada yang di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas. Keberadaan mereka seringkali terasing dan termarjinalkan. Banyak program dan pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyakarat juga tak lantas membuat permasalahan mereka dapat terselesaikan.

Program dan pemberdayaan yang dilakukan tidak luput dari persoalan data. Masing-masing lembaga maupun instansi pemerintah memeiliki data yang tidak seragam terkait populasi maupun data umum lainnya. Pundi Sumatera melihat persoalan data dan keakuratan serta keberlanjutan menjadi hal yang sangat penting. Di tiga Kabupaten yaitu Sarolangun, Merangin dan Bungo dalam lingkup Provinsi jambi dan Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumbar, merupakan areal dari wilayah dampingan Suku Anak Dalam yang dilakukan oleh Pundi Sumatera.

Pundi Sumatera meluncurkan satu program aplikasi database sederhana. Program aplikasi database ini di namakan dengan program database SIMKAT (Sistem Monitoring Komunitas Adat Terpencil), yang parameter informasinya di rancang berdasarkan kondisi, kebutuhan, masukan dan atas verifikasi dari Dinas Sosial dan Bappeda di wilayah kerja Pundi Sumatera.

Kasi KAT Dinsos Merangin, Azrul Efendi menyebutkan selama ini mereka mendata dan menyimpan data-data SAD secara manual. Sehingga masing-masing instansi pemerintahan memiliki data yang berbeda dan ini juga menyulitkan dalam melakukan program-program yang akan dijalankan. “ Selama ini kami menyimpan data hanya manual di komputer saja. Tapi dengan adanya aplikasi data berbasis website ini tentu akan memudahkan setiap instansi dalam menjalankan programnya,” jelasnya.

Azrul juga menyebutakn dari data yang mereka miliki ada sebanyak 353 kepala keluarga SAD yang terdata secara keseluruhan sebanyak 1294 jiwa yang tersebar di 13 desa dan 6 kecamatan.
Aplikasi SIMKAT ini mudah dalam mengaplikasikannya, terkoneksi dengan internet sehingga memungkinkan untuk diakses oleh siapa saja. Yofiko Firman, selaku software developer SIMKAT menjelaskan bahwa dengan aplikasi SIMKAT data lebih akurat dan dapat meminimalisir data ganda sehingga lebih terintergrasi antara pihak satu dengan lainnya.

Pelatihan penggunaan program aplikasi database ini diikuti sebanyak sembilan orang peserta, dari Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo, Jambi dan Dharmasraya, Sumbar.
.”Program aplikasi yang akan di set up secara online ini akan di install pada perangkat kerja di Dinas Sosial dan akan di operasionalkan oleh staf yang di tunjuk secara khusus sehingga dapat melakukan penginputan data secara kontinyu. Untuk memastikan aplikasi program yang di rancang ini dapat berfungsi dengan baik, dan administrator databasenya dapat mengoperasionalkan program”, jelas Dewi Yunita Widiarti Program Manajer Pundi Sumatera.

Peserta pelatihan mengaku tidak kesulitan dalam melakukan input data yang dibutuhkan, Edi Azwar, staff Dinsos Muaro Bungo menyebutkan kalau ini sangat membantu mereka dalam mengindentifikasi SAD yang ada di masing-masing kabupaten.

Rencananya, September 2018 aplikasi database ini akan diserahterimakan kepada masing-masing pemerintah daerah.

“Program aplikasi database ini pada pemerintah daerah dan keberlanjutan dari program tersebut sepenuhnya diserahkan pada pemda untuk terus di manfaatkan dalam menunjang kegiatan pendataan SAD,” pungkas Dewi.

Halaman Sebelumnya

  Facebook