ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Kartu Indonesia Pintar, Secercah Harapan untuk Pendidikan SAD

Enam belas anak SAD dari Rombong Hari Desa Dwi Karya Bakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo terlihat gembira. Karena mereka baru saja menerima bantuan beasiswa pendidikan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar pada pertangahan tahun lalu. Seri, anak SAD yang saat ini mengecap pendidikan di SMKN 1 Pelepat , Muaro Bungo.Dari keenam belas anak,ada 10 anak yang masih duduk di SD, 3 duduk di SLTP dan 3 anak duduk di SLTA.

Seri sangat berharap sekali dengan adanya dana bantuan KIP tersebut. Dia berharap dengan adanya dana KIP, mimpinya untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi semakin nyata. Seri merupakan putera pertama dari pasangan suami istri Perencam dan Tuti. Dua adiknya lain Manto dan Septiani, hanya Manto yang sudah bersekolah. Manto saat ini duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Bagi Perencam, dana KIP bisa membantu membiayai sekolah Seri.

“Kami sangat terbantu dengan adanya dana KIP ini, semoga Seri bisa terus bersekolah,” katanya.
Pencairan dana KIP melalui rekening masing-masing anak. Proseduralnya, penerima dana KIP bersama orang tuanya harus datang ke bank terdekat, dengan membawa KK dan KTP sebagai pengenal diri, serta menunjukkan kartu KIP kepada pihak Bank.
Perencam menyebutkan, pengambilan dana tidak bisa diwakilkan, dia harus bersama Seri saat pengambilan. Tidak bisa hanya orang tua anak saja. Setelah dana diambil, kartunya biasanya dikembalikan ke pihak sekolah. “supaya tidak hilang, kartunya di berikan ke pihak sekolah. Guru lah yang pegangnya.Kalau dananya keluar lagi, nanti kami diberitahu,” ujarnya.

Dana KIP diberikan setiap enam bulan, dan berbeda menurut tingkatan pendidikannya, untuk tingkat Sekolah Dasar, masing-masing anak memperolah dana sebesar Rp 225.000,-. Sementara untuk tingkatan SLTP dan SMA masing-masing sebesar Rp 370.000,- dan Rp 500.000,-.

Bagi Seri, nominal Rp 500.000,- yang diterimanya tiap enam bulan masih belum bisa memenuhi semua kebutuhan sekolahnya. Setiap pagi, Seri membonceng adiknya Manto dengan sepeda motor. Jarak sekolah dari tempat tinggal mereka lumayan jauh. Dia bercerita menghabiskan pembelian bensin sekitar Rp. 30.000,- setiap minggunya. Beruntung Manto mendapatkan dana bantuan KIP, sehingga cukup membantu biaya sekolah mereka setiap harinya.

Pundi Sumatera saat ini sedang mengupayakan seluruh anak-anak SAD di Wilayah dampingan memperoleh akses program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kbudayaan RI sejak 2015 lalu. Dewi Surya Armayani, Fasilitator Pendidikan SAD Pundi Sumatera menyebutkan mereka sudah mempersiapkan proses pengajuan KIP melalui mendorong dan memastikan semua anak SAD terdaftar dalam DAPODIK. “Kita memastikan ke pihak sekolah masing-masing, untuk memasukan anak-anak SAD dalam DAPODIK sekolah. Karena KIP prosesnya diajukan oleh pihak sekolah langsung ke pusat. Selain dari itu adalah membantu pengurusan dokumen kependudukan dari orang tua anak, sebagai lampiran pendukung bagi pihak sekolah,” jelasnya.

Hingga saat ini masih ada sekitar 60 anak dari empat kelompok yang tersebar di tiga kabupaten Sarolangun, Merangin dan Muaro Bungo Se-Provinsi Jambi yang belum memperoleh dana KIP tersebut. Di Kelompok yang berlokasi Desa Sialang ada 8 anak, Desa Pulau lintang sebanyak 25 anak, di Desa Pauh Menang SPA sebanyak 10 anak dan Desa Pelakar Jaya (SPC) sebanyak 17 anak.

Pundi Sumatera sedang mengupayakan anak-anak SAD di wilayah dampingan yang belum mendapatkan KIP untuk mengakses program ini. “ Kita meminta pihak sekolah untuk mengajukan data susulan, melengkapi data dan rekomendasi tidak mampu dari desa, serta melengkapi data dengan surat rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten dan melengkapi data kependudukan mereka baik itu KK dan KTP,” sebutnya.

Halaman Sebelumnya

  Facebook