ENGLISH VERSION  |   KONTAK KAMI  |   SUMBER DANA  |   KUMPULAN PERATURAN   

Home

Tentang Kami

Web Gis

Penyaluran Dana

Program

  Cari Data :

 
User ID :
Password :
 

Anggota DPR RI Kunjungi Peternakan Rakyat Terpadu Bujang Zuar

Anggota DPR RI Kunjungi Peternakan Rakyat Terpadu Bujang Zuar

Edi Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI beserta anggota DPR RI lainnya mengunjungi lokasi peternakan rakyat terpadu yang berlokasi di Desa Kebon Sembilan Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Peteranakan rakyat yang digagas oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Sukses Bersama yang merupakan penerimah hibah dalam program MCAI sudah sejak 2015 menggagas ide tersebut hingga mendirikan CV Bujang Zuar.

Kunjungan ini sekaligus dalam rangka peninjuan Kebun Bibit Rakyat yang berada dalam lokasi kawasan pengemabangan perternakan rakyat terpadu. Lahan kritis yang menjadi lokasipengembanan perternakan terpadu merupakan gagasan awal dalam pemanfaatan serta revitalisasi lahan yang dilakukan. Sejak 2013, bantuan Kebun Bibit Rakyat berupa bibit karet tidak berkembang dengan baik, ini juga yang menjadi kendala sehingga Bujang Zuar yang merangkul 50 petani yang tergabung dalam gabungan kelompok Tani di dua Desa, Desa Kebon Sembilan dan Desa Talang Kerinci membuat terobosan dalam pemanfaatan lahan kritis secara terpadu.

“ Kita bisa lihat bibit karet yang ditanam empat tahun lalu tidak berkembang dengan baik di lahan ini, ini bukan karena bibitnya yang tidak baik. Tapi memang di sini tanahnya bekas galian bandara yang tanahnya ditimbun ke sini. Dan ini juga bekas galian batu bata, “ Jelas Yus Hernawan sebagai Ketua Fasilitator Wilayah SSS Pundi Suamtera yang mengelola seluas lenam hektar lokasi perternakan rakyat terpadu saat dialog dengan anggota Komisi IV DPR RI.

Edi prabowo menyebutkan, bahwa ide peternakan rakyat terpadu ini sangat cocok mengingat perlunya pemulihan kawasan yang tidak subur bisa dengan menggunakan pupuk organic dari kotoran ternak yang dihasilkan. “ Hutan dan pertanian tidak bisa dikotak-kotakkan. Ini saling mendukung, tidak bisa bicara satu sisi saja, misalnya di sini untuk pemulihan lahan kritis tentu dibutuhkan kembali

Sebanyak 887 kebun bibit rakyat yang terebar di seluruh kabupaten dan kota Se Provinsi Jambi, 50 diantaranya terdapat di Kabupaten Muaro Jambi. Edi menyebutkan adanya kesatuan utuh dalam menjawab tantangan pertanian sangat diperlukan guna meramu solusi yang baik. “Ada bantuan bibit agroforestry, ditambah bantuan ternak, bibit ikan, dan juga kalau bisa tanaman palawija. Ini merupakan tindakan yang tepat, penanganan lahan kritis yang efektif,” jelasnya.

Dialog yang melibatkan masyarakat ini menemukan beberapa macam kendala, diantaranya kondisi lahan kritis di Tiga Desa, Desa Kebon Sembilan, Desa Talang Belido dan Desa Talang Kerinci membutuhkan sentuhan kegiatan pemulihan yang besar. Pembentukan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) akan berguna untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga petani bisa mengola lahan mereka untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. “ Kita akan bangun satu percontohan UPPO di sini, jika berhasil kita akan tambah lagi. Pemerintah punya program yang banyak untuk para petani yang bersungguh-sungguh menekuni usahanya,” jelasnya.

Kebun Bibit Rakyat juga digadang-gadangkan mampu memulihkan kawasan hutan yang semakin tahun semakin berkurang. Sutrisno, Kepala BPDAS Batanghari mengatakan tahun 2018 ada sebanyak 80 miliar dana yang disiapkan guna memenuhi anggaran KBR di seluruh Indonesia. “Kita berharap peluang ii bisa dimanfaatkan petani melalui kelompok-kelompok untuk memanfaatkan ini. Selain pemulihan kawasan hutan, petani juga bisa mendapatkan manfaat dari tanaman-tanaman tersebut,” jelasnya.

Terkendala Pasar Hewan Potong yang Tidak Transparan
Selain pakan, kendala utama dalam pengembangan peternakan sapi adalah pasar yang terbatas. Supriadi, peternak sapi di Muaro Jambi menyebutkan mereka terkandala dengan pemasaran sapi untuk dipotong masuk ke Kota Jambi. Monopoli pasar yang dilakukan oknum ini sangat merugikan peternak, karena pasar kota tentu saja menjadi sasaran mengingat biaya transportasi yang juga tergolong murah. “ Kami peternak sapi di Muaro Jambi ini memang berorientasi pasar ke kota Jambi. Namun kemarin kami sempat ditolak, masuk ke kota Jambi dengan alasan tidak berasal dari kota Jambi. Ini kan tidak logis juga mengingat kebutuhan di kota banyak, sementara peternaknya juga terbatas,” katanya.

Edi Prabowo, menanggapi adanya permainan oknum preman yang memonopoli pasar. Sehingga masuknya sapi dari luar daeah terutama muaro jambi yang lokasi dekat dengan Kota Jambi bisa saja berimbas pada penurunan harga. “ Ada premannya lah itu, tolong Dinas Peternakan membenahi itu. Kalau sapi Muaro Jambi masuk, bisa jadi harga turun nantinya. Rusak pasaran mereka,” tegasnya.

Badan Ketahanan Pangan, Purnomo Agung menyebutkan monopoli pasar tidak boleh terjadi. Peternak bisa saja lagusng ke dinas peternakan dan aka nada jaminan sapi-sapi yang di jual akan diterima jika memnuhi standar yang ditetapkan.

Halaman Sebelumnya

  Facebook